Malam itu aku sendirian di rumah, ayahku sedang di kantor sedangkan
ibuku sedang ikut seminar yang ada hanya aku dan sopirku yang sekaligus
sebagai pembantu di rumahku. Nama sopirku Toni, usianya 35 tahun dan ia
sudah menikah tetapi istrinya tinggal di kota lain.
Aku merasakan kecapekan setelah seharian aku jalan-jalan dan aku
ingin sekali tidur tetapi entah mengapa aku tidak bisa memejamkan mataku
ini lalu aku mempunyai ide untuk menelepon temanku Dita untuk aku ajak
ngobrol melalui telepon. Telepon Dita angkat awalnya kami ngobrol biasa
saja tetapi tidak tahu kenapa tiba-tiba Dita nafasnya memburu dan
terdengar teriakan-teriakan juga suara seorang cowok yang seperti suara
pacar Dita. Aku hanya memdengar suara-suara teriakan kesakitan tetapi
juga seperti merasakan sesuatu kenikmatan dan teleponpun terputus dengan
sendirinya.
Pikiranku melayang kemana-mana dan aku mulai memikirkan tentang
seseorang yang sedang berhubungan badan. Aku semakin terangasang setelah
mendengar suara Dita juga khayalanku sendiri dan akupun membuka kaos
ketatku, bra, serta celana dalam aku meremas payudaraku dan memasukkan
jariku ke vaginaku. Aku kocok vaginaku hingga aku pun menyapai orgasme
ditempat tidur, aku merasa puas dan akupun memakai bajuku lalu
merencanakan untuk pergi makan.
Aku cari sopirku kemana-mana tetapi tidak ada hingga aku temukan dia
dikamar tidurnya, dia tertidur pulas dengan hanya mengunakan kaos tanpa
lengan dan sarung. Aku mau membangunkan dia tetapi melihat dia tertidur
pulas akupun mengurungkan niatku untuk membangunkan dia, kasihan dia
kecapekan setelah mengantar aku seharian jalan-jalan pikirku.
Sebelum aku meninggalkan kamarnya mataku tiba-tiba tertuju pada
tonjolan yang ada dibalik sarungnya sehingga membuat aku ingin
mengetahui bagaimana wujud tonjolan itu. Aku beranikan diri untuk
melihat tonjolan itu dari bawah lalu aku singkapkan sarungnya secara
perlahan, aku terkejut melihatnya karena dia tidak memakai celana dalam
sehinnga aku bisa melihat dengan leluasa penis yang agak berdiri dan
membuat aku ingin memegang, mengelus, dan mengulumnya.
Aku ingin sekali memegangnya tetapi aku takut sopirku nanti terbangun
dan dia akan marah terhadapku, dengan tangan yang gemetaran juga dingin
dan jantung yang berdetak kencang aku beranikan diri untuk memegangnya.
Aku singkapkan sarungnya lebih keatas dan akupun mulai memegangnya,
terasa hangat dan membuat tanganku yang tadinya dingin menjadi hangat.
Aku semakin tertarik untuk menikmatinya lagi, aku elus berkali-kali
penisnya hingga berdiri dan semakin panjang penis itu. Jantungku semakin
berdetak kencang tetapi keinginanku untuk melakukan yang lebih lagi
juga semakin besar maka ku putuskan untuk mencoba mengulumnya. Ku jilati
serta memberikan gigitan kecil pada buah pelirnya yang berwarna
kecoklatan hingga membuat aku makin bernafsu dan sedikit demi sedikit
aku mulai menuju penis yang telah berdiri.
Aku masukkan secara perlahan terasa hangat yang disertai rasa asin
dan masuklah penis itu sampai pada ujung tenggorokanku, aku coba masuk
dan keluarkan sehingga membuat tubuhku mengeluarkan keringat yang di
ikuti rasa gemetaran. Payudaraku terasa semakin membesar dan mengeras
sehingga membuat braku terasa sesak juga vaginaku yang terasa
mengeluarkan cairan. Akupun semakin tidak bisa menahan nafsuku yang
sudah memuncak lalu aku semakin mempercepat kulumanku sehingga membuat
penis sopirku licin karena liurku.
Di saat aku sedang keenakkan melakukan kuluman di penis sopirku
tiba-tiba aku terkejut oleh teriakan sopirku dan mencabut penisnya dari
mulutku. Dia lalu berdiri dan memarahi aku, dia merasa bersalah pada
orang tuaku karena membiarkan aku melakukan hal ini, akupun tidak mau
menyerah begitu saja dan karena aku tidak bisa menahan nafsuku lagi yang
seperti mau meledak akupun mengancam sopirku dengan mengatakan pada
ayahku bahwa aku telah diperkosa sopirku juga akan mengatakan pada
istrinya kalau tidak mau melayani kenginanku. Dia ketakutan dan menyerah
padaku, akupun tidak menyia-nyiakannya langsung saja aku melepas
sarungnya dan aku jongkok didepannya. Kulihat wajah sopirku terlihat
wajahnya menampakkan kesedihan tetapi aku tidak mempedulikannya.
Aku tidak peduli bagaimana perasaan sopirku, aku hanya ingin
kenikmatan seperti yang telah temanku rasakan. Aku ingin membuat dia
agresif terhadapku dan melupakan istrinya sesaat, karena keinginanku itu
aku mulai melakukan rangsangan terhadapnya. Kukulum lagi penisnya yang
telah lemas tanpa canggung dan takut lagi pada sopirku, kupercepat
kulumanku sehingga membuat penisnya kembali berdiri. Aku sangat
menikmati penis.
“Ehhmm.. Enak.. Ehmm” dan aku merasa bahagia karena membuat dia mulai
terangsang yang mulai menunjukkan ke agresifannya. Sopirku mendesis
menikmati kulumanku.
“Ough.. Terus.. Cepat.. Ouh Melda”
Hanya itu saja kata yang keluar dari mulutnya akupun semakin
bersemangat dan semakin mempercepat kulumanku. Hingga beberapa kuluman
penisnya terasa semakin membesar dan menegang juga disertai denyutan dan
dia pun memegang kepalaku juga memcambak rambutku dengan kasar dia
semakin memaju mundurkan kepalaku dan akupun semakin bersemangat karena
aku tahu dia akan sampai.
“Ouhh.. Ouuhh aku sampai aku sampai Melda ough” dan keluarlah
spermanya ke mulutku hingga mulutku tidak muat untuk menampungnya.
Spermanya terasa hangat, asin, dan baunya membuat diriku ingin
memuntahkan sperma itu dari mulutku tetapi dia menarik kepalaku lalu
mencium aku. Ciumannya yang sangat bersemangat kepadaku membuat aku
terpakasa untuk menelan spermanya untuk mengimbangi permainan bibir itu.
Aku merasa kerepotan untuk mengimbanginya karena baru kali ini aku
dicium oleh cowok, dia terus mencium aku dan tangannya mulai menyelinap
masuk ke kaosku. Tangannya menuju ke payudaraku, dia meremas-remasnya
sehingga membuat nafasku semakin memburu yang disertai degupan jantung
yang cepat. Dia semakin agresif dengan membuka kaos ketatku, rok, bra
serta celana dalamku.
Terbukalah sudah apa yang selama ini aku tutupi, aku merasa risih
karena baru kali ini aku telanjang dihadapan cowok sehinnga tangankupun
secara spontan menutup vaginaku juga payudaraku. Tetapi karena nafsuku
yang semakin memuncak maka aku biarkan tubuhku telanjang dan akupun
dengan agresif melucuti kaosnya. Sekarang kita benar-benar telanjang bulat,
kita saling berhimpitan sehingga penis yang telah mengacung itu
menempel pada vaginaku. Aku ingin sekali merasakan penis itu masuk ke
vaginaku dan aku telah mencoba memasukannya tetapi tidak bisa, dengan
terpaksa aku hanya mengesekkan penisnya ke vaginaku dan itu membuat aku
semakin bernafsu.
Setelah dia puas mencium aku dia menurunkan kepalanya menuju kaki,
dia menciumi kakiku sampai ke vaginaku. Dia menjilati vaginaku, menyedot
vaginaku dan juga memberikan gigitan kecil pada vaginaku sehingga
membuat aku tak bisa menahan getaran tubuhku.
Semakin dia mempercepat jilatannya semakin keras pula erangan serta
desissan yang keluar dari mulutku. Tanganku berpegangan pada kepalanya
dan akupun menekan kepalanya serta mengangkat salah satu kakiku
kepundaknya agar bisa semakin masuk ke vaginaku, jilatan dia membuat aku
tak bisa lagi menahan tubuhku sendiri. Tubuhku melengkung ke belakang
dan kepalaku medongak keatas yang disertai keringat yang semakin
mengucur deras.
“Auhh.. Ouhh..”
Dia terus menjilati vaginaku sehingga membuat aku semakin tidak tahan
“Ough.. Yes.. Ouugh.. Aku keluar” dan akupun mengalami orgasmeku yang
pertama, aku merasa kenikmatan yang luar biasa karena baru kali ini kali
mengalami orgasme bersama cowok. Sopirku menghisap-hisap vaginaku
hingga terasa kering, nafasku yang tadinya memburu sekarang sudah mulai
reda. Aku yang telah mengalami orgasme terasa badanku lemas tetapi
sopirku masih saja semangat, dia mengendongku ke tempat tidur dan
menjatuhkanku.
Dia bermain di payudaraku yang berukuran sedang putih bersih
kemerahan, sopirku mengulum, menyedot, meremas dan juga menggigit-gigit
payudaraku. Permainan mulutnya sanggup menaikkan kembali nafsuku,
sopirku sangat menikmati payudaraku dan dia selalu memuji payudaraku
yang kenyal dan kencang itu. Aku yang ingin kembali menikmati penis
sopirku segera aku menggulingkan sopirku disampingku, aku menindihnya
dengan vaginaku menghadap ke muka sopirku dan kita pun saling melakukan
rangsangan. Aku kembali mengulum penisnya sedangkan dia menjilati
vaginaku. Permainan lidahnya yang liar di vaginaku membuat tak kuasa
menahan nafsuku yang mau meledak dan dengan segera akupun minta untuk
memasukkan penisnya ke vaginaku dan diapun mengijinkannya.
Aku membalikkan badan dan sekarang penis itu tepat di bawah vaginaku,
aku memegang penis itu dan mengarahkannya ke vaginaku tetapi aku tidak
bisa memasukkannya terasa sulit walaupun vaginaku telah basah. Penis
sopirku seperti tidak mau masuk penisnya selalu ke kanan atau ke kiri.
Sopirku pun membantuku, dia memegang penisnya sedangkan tangan satunya
menuju vaginaku dan memasukkan jarinya ke vaginaku, akupun terkaget dan
berteriak “Ouhh”.
Jarinya maju mundur dan seperti mengaduk vaginaku, sopirkupun
mengeluarkan jarinya lalu mencoba memasukkan penisnya ke vaginaku.
Secara mengejutkan penis itu masuk dengan mudah, aku terkaget
merasakannya lalu berteriak “Auhh.. Ough..”
Dan mataku melotot serta kepalaku mendongak ke atas. Vaginaku terasa
penuh dan disertai rasa nyeri yang sangat hebat tetapi sopirku duduk
menghiburku dengan menciumku.
Dia menyuruhku naik turun tetapi itu sulit bagiku karena baru yang
pertama aku melakukannya, aku mencoba naik turun rasanya nikmat sekali
merasakan dua alat kelamin bergesekan tetapi tetap rasa nyeri tetap ada.
Akhirnya akupun lancar menaik-turunkan, melihat itu sopirku semangat
dia mulai meremas payudaraku dan mulai melakukan gerakan juga.
Lama-kelamaan rasa nyeri itu berubah menjadi rasa nikmat tiada duanya
dengan cepat aku menaik turunkan. Gesekan itu sangat nikmat ditambah
lagi remasan sopirku di payudaraku.
“Uhh.. Aauhh.. Oouughh” aku terus mendesis.
Malam yang sunyi kembali berisik oleh bunyi kocokan serta teriakanku,
kulihat sopirku sekali memejamkan mata menikmati kocokanku. Hingga
beberapa lama kita tetap pada posisi itu dan akupun merasakan sesuatu
yang mau meledak di vaginaku.
“Ouhh.. Ouughh.. Aku sampai” akupun merasakan orgasme yang kedua kali.
Tenaga yang habis membuat aku tidak dapat menahan tubuhku dan akupun
rubuh diatas sopirku. Dengan penis yang masih menancap di vaginaku
sopirku membalikkanku hingga dia berada diatas, dia kembali mengocok
vaginaku yang telah kelelahan dengan semangat yang masih memburu diapun
ingin mengalami orgasme maka akupun melayani dia walaupun tenagaku sudah
habis.
Sopirku merasa tidak puas dengan posisi dia diatas dan dia meminta
aku untuk duduk dipangkuannya dan dia dengan semangat kembali mengocok.
Aku yang sudah lemas masih mencoba mengimbagi kocokannya, aku mencoba
memaju-mundurkan pantatku walaupun sudah lemas. Dia semakin semangat
untuk mengocokku dengan buas dia juga menggigit payudaraku dan itu
sangat membuat diriku kembali terangsang.
“Oouuh.. Ouuhh.. Uuhh”
Akupun di buat tidak berdaya dan lagi-lagi aku dibuat orgasme untuk ketiga kalinya.
“Uuhh.. Ouugh.. Kau hebat Toni.. Ouugh”.
Dengan orgasmeku yang ketiga tubuhku semakin lemas tak berdaya,
posisi kami tetap duduk dan aku terus saja memuji dia “Kau hebat Toni”
kataku.
Sopirku menyuruhku untuk menungging dengan lemas dan antara sadar dan
tidak aku masih menurutinya. Dia masih tidak bosan mengerjai vaginaku.
Dia masih dengan semangat tetap mengocok serta meremas payudaraku dan
kadang-kadang meremas pantat ku. Jarinya juga masuk ke anusku.
“Ouugh.. Ougghh.. Ougghh” kataku semakin menikmati, dengan kasar dia
mengocok vaginaku dan juga anusku. Dengan kocokan dari anus dan vagina
tubuhku semakin tak karuan dibuatnya.
“Ouuhh.. Ougghh.. Terus Toni”
Tak berselang lama aku merasakan lagi orgasme yang ke empat.
“Oouuhh.. Kau hebat.. Oughh.. Aku aku dapat ough..”
Dan dia pun mengikuti mengalami klimaks dengan sperma yang masih
banyak. Semprotan spermanya membuat mataku terbelalak dan aku pun
merasakan kenikmatan, spermanya tidak dapat tertampung di vaginaku
sehingga jatuh ke sprei. Kitapun terjatuh bersamaan di tempat tidur,
sopirku berada disampingku dan dia masih mencium serta meremas pantat
dan payudaraku. Setelah nafasku mulai reda akupun langsung keluar dari
kamarnya dengan masih telanjang dan berjalan dengan gontai, sopirku pun
tertidur lagi.
Thursday, 2 February 2012
ngentot di kelas
Cerita ini berawal pas gw duduk di SMU.. pertama kali gw masuk kelas
3.. gw pindahan dari surabaya.. SMP gw di jakarta cuma sampai kelas 2
semester 1.. kelas 2 SMP.. selanjutnya gw terusin di surabaya.. maklum
bonyok pindah kerja melulu… terpaksa gw ikut juga……
waktu itu hari pertama gw masuk kelas 3.. gw di kenalin di salah satu kelas kalu nggak salah 3 IPA… gw orang pinter wajar masuk IPA… hauahahhauah!!.. gw di kenalin sama guru gw n kepsek di kelas… udah gitu gw di suruh duduk di samping cewe yang langsung gw kenal namanya meita tingginya sebahy gw.. badannya sintel banget payudaranya yang selalu buat gw ndisir melulu klo deket dya…. gw sempet tuker-tukeran no. hp sama dya… setelah gw tau dya kaya’ gimana… gw coba aja jadian sama dya…
Gw jalan sama dya masih sampai sekarang… dya klo deket gw rada” binal… Napsuan… bersyukur banget gw dapet cewek macem gitu… waktu itu pelajaran biologi, kebetulan gurunya nggak masuk… gw sama meita ngobrol aja dipojok kelas.. maklum tempat duduk gw sama dya di taro di pojok sama walas… pertama gw sich nggak berani ngapangapain dya di kelas tapi klo udah masuk ke mobil gw abis tuch cewe…. waktu itu gw liat temen gw lagi cipokan di depan kelas…. balakng meja guru… tiba” aja cewe gw ngomong gini
“tuch rido aja berani.. masa’ kamu kalah sama dya??”
“ha? aku kalah……
belum sempet selesai bibir gw di lahap sama meita… di bales aja dengan ciuman n sedotan yang bikin dya ampun”an sama gw… meita sempet ngasih lidahnya ke gw.. tapi gw lepas ciumannya “kenapa??” gw bilang aja begini “aku nggak mau maen lidah di kelas.. takut kelewatan”… “y udah.. maen biasa aja”… gw lanjutin ciuman gw di bawah.. bangku meja gw gw dorong ke depan supaya lebih luas gw ngelakuin ciuman demi ciuman……”ahhhhhh…. ahhhh…… dittttt..” kata” itu selalu keluar dari mulutnya…. setelah gw puas ciumin tuch bibir… gw turun ke bawah ke lehernya dya yang makin membuat dya kewalahan… dan tangan gw ngeremes” payudara dya.. yang ukurannya gw taksir 35 tau A B C D.. cuz setiap gw tanya dya g pernah mau jawab…. gw remes tuch dadanya sampe dya kelojotan… setelah gw nandain tanda merah di lehernya… dya ngeremes remes kontol gw… yang membuat ni “ADEK” kagak kuat lagi buat nahan di dalam kancut…. maupun masih make baju seragam n gw ngelakuin di dalam kelas… gw tetep nggak gentar…. gw bukan resleting seragam gw… n gw keluarin tuch siADEK.. dan si meita udah siap dengan mulutnya yang menganga…. gw sempet nutupin dya pake jaket gw… sehingga misalnya temen gw nanya gw bilang aja lagi sakit…..
jilatan demi jilatan dya beri untuk gw….. isapan dya bikin gw nggak kuat lagi buat nahan keluarnya mani gw….. lidahnya bergoyang” di ADEK gw…. “akhhhhhhh………. crotttttt…… croooootttt crotttttttttttt….” keluar mani gw….. meita membersihkannya dengan mulutnya… dan di kocok” trus di ADEK gw…….. selesai itu gw bersiin mulutnya dya pake tissue yang ada di kantongnya…. gw sama meita kembali berciuman… freenc kiss,,, lidahnya dya ber gelugit” di dalam mulut gw……
jam 12.00 gw balik sekolah…. sebelum gw gas mobil gw ke rumah gw di bilangan bekasi.. nggak jauh dari rumahnya meita.. gw bermain dadanya meita dolo di mobil gw…. gw buka kancing seragam pelan” di bantu meita… dengan napsu yang ganas… meita ngerti maksud gw and dya nge buka tali BHNya dan 2 buah gunung merapi yang bakal mengeluarkan volcano gara isapan gw muncul di depan gw….. dengan napsu di ujung rambut gw isap puting susunya tangan kiri gw megangin kepala belakang dya.. and tangan kanan gw ngeremes” dada yang satu lagi…. “ahhhhh…….. radit…… pelan” donkkk……. meita udah nggak bisa nahannnnn lagiiiii nehhhhhhhh”….. puting meita yang berwarna merah ke merah” mudaan tertelan abis oleh mulut gw and tiba” aja tubuhhhhh meita mejelijang seperti cacing kepanasan……. gw sedot trus dada meita…. sampai puting itu terasa keras banget di mulut gw…. meita cuma diam dan terkulai lemas di mobil gw…. gw liat parkiran mobil di sekolahan gw udah sepi…. meita mengancingi baju seragamnya satu gw bantu supaya cepet….
selama perjalanan pulang meita tetap lemas dan memejamkan matanya… gw kecup keningnya sesampai di rumah gw….
meita bangun dan dya pengen ke kamar kecil… gw suruh dy ganti seragam dengan baju kaos yang dya bawa dari rumah sebelum berangkat kesekolah…. selesai dari kamar mandi gw liat meita nyopot BHnya…. terlihat jelas putingnya dan bongkahan susu sebesar melon itu…..
belum sempat masukin baju ke tasnya dya… dya gw dorong gw tempat tidur… dan gw lahap bibirnya dan dya membalas nya dengan penuh hot panas bercampur dengan napsu… gw yang cuma make bokser doank… ke walahan tangan dy bermain” di selangakangan gw….. gw bermain di leher dya dan gw buat cap merah lagi di lehernya…. gw sibak SMA negeri yang hanya sampai lutut itu dy cuma make CD G string… dengan perlahan” dya nurunin roknya dan dy hanya menggunakan CDnya… gw copot dan gw jilatin vaginanya….. ” ahhhhhhhhhhhhhhhhhh……….. . dit…………………..ahhh hhhhhhh” cuma kata” itu yang keluar daru mulutnya….. gw rasain vagina meita semakin keras… dan gw gigit kelentitnya dya terik semakin kencang untung di rumah cuma da pembantu gw….. “dit…….. puasin gwwww dunkkkkkkk.”…… nggak pake cing cong gw jilat n gw sodok” tuch vagina pake telunjuk gw… ” dittttttttttttttttt……….. .. gw keluarrrrrrrrrrrrrrrr……..” vagina meita basah ketika di depan mata gw……… di sedot sampai bersih tuch vagina…… udah gitu gw liat dya memegang bantal dengan keras……. gw deketin dya dan gw cium bibir dya……. ternyata dya blum lemas….. dy bangkit dan memegang kontol gw dan di kocokinnya sampe si ADEK mengacung sangat keras….. kontol gw di masukin ke mulutnya meita…. di masukan di keuarkan…. sampai” di sedot….uhhhhhhhhh….. nikmat banget yang sekarang dari pada yang di kelas tadi……. biji zakar gw juga nggak lupa ikut ke sedot….. pass biji gw di sedot rasanya gw pengen FLY……. kocokin meita semakin panas dan hisapannya semakin nggak manusiawi lagi…… wajahnya tambah maniss kalo dya sambil horny begini…….. ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh….. …. crottttttttttttttttttttttttttt tt many gw tumpah semua ke lantai kamar gw…. yang sisanya di jilatin meita sampai bersuh…………………… …… gw bangkit dan menarik tangan meita… gw ciumin dadanya gw kenyot”lagi putingnya sampai merah……….. gw cupang di sebelah putingnya…. manis banget susunya……. membuat gw semakin napsu sama dya……………
“meitaku sayang…. masukinnn sekarang yach??”
“ya udahhhh cepetannn aku dari tadi Nungggu kamu…..”
gw bertukar posisi meita di bawah…. dan gw di atas… sebelum gw masukan gw gesek” dolo di depan vaginanya… belum gw masukin aja meita udah meringis”…. gw dorong perlan”… “Dit… pelan” sakit. nee”….. di bantu dengan tangannya dya perlahan” kontol gw masuk…. baru seperempatnya masukkk gw cabut lagi dannn gw sodok lagi…. dan akhirnya masuk semua….. gw lihat meita sangat menderita…… tapi sepertinya dya seneng banget……. udah semuanya masuk gw goyangin… gw maju mundurin perlahan lahan….. bokong meita pun ikut bergoyang yang membuatku kewalahan….. setelah beberapa menit gw goyang” tiba” badan meita mengejang semua….. dan akhirnya… meita orgasme untuk ke 3xnya…..
gw cabut kembali penisg w dan meita berada di atas gw….. posisi ini membuat gw lebih rileks…. meita memasukannya pelan” di genggamnya penisku dan di masukannya penisku ke vaginanya…. dan blesssss ternanam semua di dalam vaginanya….. badan meita naik turun mengikuti irama…. meita mengambil bantal yang da di sebelahnya dan menarohnya di pala gw…. posisi ini membuat gw bisa ngerasaain 2 gerakan sekaligus… gw emut” kecil putingnya meita dan meremas remasnya….. bokong meita terusss bergoyaanggg…….. ” ahhhhhhhhh…… ahhhhhhhhh…….. isappp teruss dit…………” badan meita mengenjang dan ” radittttttttttttttt akuuu pengen keluar lagi….”….. ” akuuu juga pengennnnn selesaiiiiii metttt……… tahannnn sebentarrrrrrr lagi…….”….. gw dan meita mempercepat permainan dan akhirnya……………”ahhhhh hhhhhhhhhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhh……………….. … gw keluar….. kata” itu yang menngakiri permainan ini..
sampaiiii sekarang pun meita tetep bermain sama gw… kami tetap melakukan banyakk hal…. dan gw di tunangin sama meita karena orang tua kami sama” setuju atas hubungan kami…………….
Tamat
waktu itu hari pertama gw masuk kelas 3.. gw di kenalin di salah satu kelas kalu nggak salah 3 IPA… gw orang pinter wajar masuk IPA… hauahahhauah!!.. gw di kenalin sama guru gw n kepsek di kelas… udah gitu gw di suruh duduk di samping cewe yang langsung gw kenal namanya meita tingginya sebahy gw.. badannya sintel banget payudaranya yang selalu buat gw ndisir melulu klo deket dya…. gw sempet tuker-tukeran no. hp sama dya… setelah gw tau dya kaya’ gimana… gw coba aja jadian sama dya…
Gw jalan sama dya masih sampai sekarang… dya klo deket gw rada” binal… Napsuan… bersyukur banget gw dapet cewek macem gitu… waktu itu pelajaran biologi, kebetulan gurunya nggak masuk… gw sama meita ngobrol aja dipojok kelas.. maklum tempat duduk gw sama dya di taro di pojok sama walas… pertama gw sich nggak berani ngapangapain dya di kelas tapi klo udah masuk ke mobil gw abis tuch cewe…. waktu itu gw liat temen gw lagi cipokan di depan kelas…. balakng meja guru… tiba” aja cewe gw ngomong gini
“tuch rido aja berani.. masa’ kamu kalah sama dya??”
“ha? aku kalah……
belum sempet selesai bibir gw di lahap sama meita… di bales aja dengan ciuman n sedotan yang bikin dya ampun”an sama gw… meita sempet ngasih lidahnya ke gw.. tapi gw lepas ciumannya “kenapa??” gw bilang aja begini “aku nggak mau maen lidah di kelas.. takut kelewatan”… “y udah.. maen biasa aja”… gw lanjutin ciuman gw di bawah.. bangku meja gw gw dorong ke depan supaya lebih luas gw ngelakuin ciuman demi ciuman……”ahhhhhh…. ahhhh…… dittttt..” kata” itu selalu keluar dari mulutnya…. setelah gw puas ciumin tuch bibir… gw turun ke bawah ke lehernya dya yang makin membuat dya kewalahan… dan tangan gw ngeremes” payudara dya.. yang ukurannya gw taksir 35 tau A B C D.. cuz setiap gw tanya dya g pernah mau jawab…. gw remes tuch dadanya sampe dya kelojotan… setelah gw nandain tanda merah di lehernya… dya ngeremes remes kontol gw… yang membuat ni “ADEK” kagak kuat lagi buat nahan di dalam kancut…. maupun masih make baju seragam n gw ngelakuin di dalam kelas… gw tetep nggak gentar…. gw bukan resleting seragam gw… n gw keluarin tuch siADEK.. dan si meita udah siap dengan mulutnya yang menganga…. gw sempet nutupin dya pake jaket gw… sehingga misalnya temen gw nanya gw bilang aja lagi sakit…..
jilatan demi jilatan dya beri untuk gw….. isapan dya bikin gw nggak kuat lagi buat nahan keluarnya mani gw….. lidahnya bergoyang” di ADEK gw…. “akhhhhhhh………. crotttttt…… croooootttt crotttttttttttt….” keluar mani gw….. meita membersihkannya dengan mulutnya… dan di kocok” trus di ADEK gw…….. selesai itu gw bersiin mulutnya dya pake tissue yang ada di kantongnya…. gw sama meita kembali berciuman… freenc kiss,,, lidahnya dya ber gelugit” di dalam mulut gw……
jam 12.00 gw balik sekolah…. sebelum gw gas mobil gw ke rumah gw di bilangan bekasi.. nggak jauh dari rumahnya meita.. gw bermain dadanya meita dolo di mobil gw…. gw buka kancing seragam pelan” di bantu meita… dengan napsu yang ganas… meita ngerti maksud gw and dya nge buka tali BHNya dan 2 buah gunung merapi yang bakal mengeluarkan volcano gara isapan gw muncul di depan gw….. dengan napsu di ujung rambut gw isap puting susunya tangan kiri gw megangin kepala belakang dya.. and tangan kanan gw ngeremes” dada yang satu lagi…. “ahhhhh…….. radit…… pelan” donkkk……. meita udah nggak bisa nahannnnn lagiiiii nehhhhhhhh”….. puting meita yang berwarna merah ke merah” mudaan tertelan abis oleh mulut gw and tiba” aja tubuhhhhh meita mejelijang seperti cacing kepanasan……. gw sedot trus dada meita…. sampai puting itu terasa keras banget di mulut gw…. meita cuma diam dan terkulai lemas di mobil gw…. gw liat parkiran mobil di sekolahan gw udah sepi…. meita mengancingi baju seragamnya satu gw bantu supaya cepet….
selama perjalanan pulang meita tetap lemas dan memejamkan matanya… gw kecup keningnya sesampai di rumah gw….
meita bangun dan dya pengen ke kamar kecil… gw suruh dy ganti seragam dengan baju kaos yang dya bawa dari rumah sebelum berangkat kesekolah…. selesai dari kamar mandi gw liat meita nyopot BHnya…. terlihat jelas putingnya dan bongkahan susu sebesar melon itu…..
belum sempat masukin baju ke tasnya dya… dya gw dorong gw tempat tidur… dan gw lahap bibirnya dan dya membalas nya dengan penuh hot panas bercampur dengan napsu… gw yang cuma make bokser doank… ke walahan tangan dy bermain” di selangakangan gw….. gw bermain di leher dya dan gw buat cap merah lagi di lehernya…. gw sibak SMA negeri yang hanya sampai lutut itu dy cuma make CD G string… dengan perlahan” dya nurunin roknya dan dy hanya menggunakan CDnya… gw copot dan gw jilatin vaginanya….. ” ahhhhhhhhhhhhhhhhhh……….. . dit…………………..ahhh hhhhhhh” cuma kata” itu yang keluar daru mulutnya….. gw rasain vagina meita semakin keras… dan gw gigit kelentitnya dya terik semakin kencang untung di rumah cuma da pembantu gw….. “dit…….. puasin gwwww dunkkkkkkk.”…… nggak pake cing cong gw jilat n gw sodok” tuch vagina pake telunjuk gw… ” dittttttttttttttttt……….. .. gw keluarrrrrrrrrrrrrrrr……..” vagina meita basah ketika di depan mata gw……… di sedot sampai bersih tuch vagina…… udah gitu gw liat dya memegang bantal dengan keras……. gw deketin dya dan gw cium bibir dya……. ternyata dya blum lemas….. dy bangkit dan memegang kontol gw dan di kocokinnya sampe si ADEK mengacung sangat keras….. kontol gw di masukin ke mulutnya meita…. di masukan di keuarkan…. sampai” di sedot….uhhhhhhhhh….. nikmat banget yang sekarang dari pada yang di kelas tadi……. biji zakar gw juga nggak lupa ikut ke sedot….. pass biji gw di sedot rasanya gw pengen FLY……. kocokin meita semakin panas dan hisapannya semakin nggak manusiawi lagi…… wajahnya tambah maniss kalo dya sambil horny begini…….. ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh….. …. crottttttttttttttttttttttttttt tt many gw tumpah semua ke lantai kamar gw…. yang sisanya di jilatin meita sampai bersuh…………………… …… gw bangkit dan menarik tangan meita… gw ciumin dadanya gw kenyot”lagi putingnya sampai merah……….. gw cupang di sebelah putingnya…. manis banget susunya……. membuat gw semakin napsu sama dya……………
“meitaku sayang…. masukinnn sekarang yach??”
“ya udahhhh cepetannn aku dari tadi Nungggu kamu…..”
gw bertukar posisi meita di bawah…. dan gw di atas… sebelum gw masukan gw gesek” dolo di depan vaginanya… belum gw masukin aja meita udah meringis”…. gw dorong perlan”… “Dit… pelan” sakit. nee”….. di bantu dengan tangannya dya perlahan” kontol gw masuk…. baru seperempatnya masukkk gw cabut lagi dannn gw sodok lagi…. dan akhirnya masuk semua….. gw lihat meita sangat menderita…… tapi sepertinya dya seneng banget……. udah semuanya masuk gw goyangin… gw maju mundurin perlahan lahan….. bokong meita pun ikut bergoyang yang membuatku kewalahan….. setelah beberapa menit gw goyang” tiba” badan meita mengejang semua….. dan akhirnya… meita orgasme untuk ke 3xnya…..
gw cabut kembali penisg w dan meita berada di atas gw….. posisi ini membuat gw lebih rileks…. meita memasukannya pelan” di genggamnya penisku dan di masukannya penisku ke vaginanya…. dan blesssss ternanam semua di dalam vaginanya….. badan meita naik turun mengikuti irama…. meita mengambil bantal yang da di sebelahnya dan menarohnya di pala gw…. posisi ini membuat gw bisa ngerasaain 2 gerakan sekaligus… gw emut” kecil putingnya meita dan meremas remasnya….. bokong meita terusss bergoyaanggg…….. ” ahhhhhhhhh…… ahhhhhhhhh…….. isappp teruss dit…………” badan meita mengenjang dan ” radittttttttttttttt akuuu pengen keluar lagi….”….. ” akuuu juga pengennnnn selesaiiiiii metttt……… tahannnn sebentarrrrrrr lagi…….”….. gw dan meita mempercepat permainan dan akhirnya……………”ahhhhh hhhhhhhhhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhh……………….. … gw keluar….. kata” itu yang menngakiri permainan ini..
sampaiiii sekarang pun meita tetep bermain sama gw… kami tetap melakukan banyakk hal…. dan gw di tunangin sama meita karena orang tua kami sama” setuju atas hubungan kami…………….
Tamat
bispak yang masih perawan
Malam minggu malam yg ditunggu tunggu para remaja untuk
berwakuncar…banyak remaja yg membawa pacarnya ke mall ,bukan untuk
membelikan sang pacar barang mewah tapi hanya sekedar meneraktir pacar
ke bioskoop atau makan di kedai makan yg jumlahnya cukup banyak di
setiap mall…tapi bagaimana klo lagi jomblo seperti gw saat ini…? no
problem…malam ini walaupun gw sendirian pasti gw pulang ama cewek
,paling enggak sama bispak….hehehee…tapi nasib memang lagi mujur.. saat
gw menunggu empek empek yg baru gw pesen tiba tiba datang dua orang
gadis remaja 17 /18 tahunan duduk di dekat meja gw…sambil
cekikikan…mereka melirik ke arah gw….wah bispak neh pikir gw….yg satu
berambut panjang, susunya gede banget….yg satu berambut pendek sebahu,
susunya sedang sedang aja…tapi dua duanya berkulit kuning bening…dan
berwajah manis…setelah berkenalan yg berambut panjang namanya yuni dan
yg berambut pendek nita…mereka blom punya pacar( gleg gleg….perawankah
…gleg )
Setelah makan bersama gw ajakin mereka untuk nonton film di salah satu bioskop yg ada di mall itu…dan mereka mau aja asal di bayarin….
Didalam bioskop gw duduk di tengah nita di sebelah kanan dan yuni di sebelah kiri…baru lima menit film nya di putar tangan gw mulai bergerak …jatuh di bahu mereka trus turun kebawah ,pertama tangan yg kanan meremas susu nita yg ngak terlalu besar tapi sangat kenyal…wow…nita ngak marah malah diem aja menikmati remasan gw…trus tangan kiri gw juga ngak mau kalah meremas susunya sih yuni yg besar itu….kenyal,besar..wow … yunipun ngak marah malah kayaknya ketagihan untuk diremas lebih lanjut…. akhirnya gw ngak tahan lagi gw bilang sama mereka kita keluar aja yuk…film nya ngak rame ini…. kata gw lagi dan merekapun setuju….sampai di mobil mereka bilang nita ngak bisa ikut mau pulang aja…. karena sakit perut lagi mens seh…katanya …lalu gw anterin kerumah sih nita…tinggal sih yuni neh…gw bawah ke hotel salak..di bogor…chek in….trus masuk kamar….sambil minum bier yuni menari nari depan gw…gw biarin dia minum dua botol heineken bier…trus dia mulai membuka bajunya wow…dua buah gunung mencuat kedepan di bungkus bHnya yg tipis…gw samperin dia gw remes remes lagi susunya yg mengkal itu dengan lincahnya gw buka tali bhnya …susunya yg besarpun terpampang bebas di depan mata gw …puting yg ke merahan itu gw masukin kemulut gw….dengan lidah gw gw isepin…sampai dia membesar dan mengeras…hhhsst…geli….hsst cuman itu yg keluar dari mulut yuni….trus gw prosotin roknya….cdnya …sekarang yuni terlanjang bugil…..bulu jembutnya blom begitu banyak…yg membuat kontol gw ngaceng….blom sempet gw rabah buljemnya yuni sudah berjongkok didepan gw memberikan blowjob…wow….kontol gw di pegangnya sambil lidahnya bermain di kepala kontol gw….wow…sadapppppppnya…..kelur masuk mulut yuni yg hangat diputerin lidahnya di kepala kontol gw di masukin lagi kedalam mulutnya….biji peler gw sekali sekali di ciumin..wow komplit banget..akhirnya gw ngecrot di mulutnya….sperma putih membasahi mulut yuni yg mungil itu….trus gw suruh dia rebahan di kasur….sekarang giliran gw beraksi…gw buka celahan bibir memeknya yg masih berwarna pink yg sudah mulai mengkilat oleh cairan birahinya….gw masukin lidah gw…gw cari itunya dengan lidah gw…gw jilatin itilnya sampai dia menjerit menahan orgasme…sambil tangannya meremas rambut gw….trus gw amabil posisi…gw naik ke atas ranjang …gw buka pahanya lebar lebar….gw bawah kontol gw kecelahan memeknya …gw gesek gesekin di celah celah memeknya itu…husssst…hhhssst…aaghhh…rintihan nya mulai terdengar..gw terusin sampai memeknya menjadi banjir cairan pelumas yg hangat dan bening itu….baru gw tekang ke arah lobang nya yg masih kecil itu …tapi baru sampai kepalanya saja yg masuk yuni mulai menjerit aauggh… pelan pelan ….kamu yg pertama..wah…masih perawan neh…ngak di sangka gw dpt perawan lagi….pelan pelan gw tarik kontol gw trus gw dorong lagi sampai permukaan lobangnya….akhirnya yuni bisa lagi menikmati permainan gw…dan lobangnya semakin becek dan licin…. sampai akhirnya gw ngak tahan …gw dorong semua kontol gw kedalam memek perawan yuni yg sempit itu…yuni menjerit..auughh sakit….sambil mencubit tangan gw….augh….augh…dan darah perawan yuni membasahi kontol gw….gw tarik pelahan lahan keluarlah beberapa tetes darah dari memeknya membasahi sprei rajang hotel salak…pelahan tapi pasti gw mulai mengoyangkan kontol gw…dorng masuk tarik lagi mulanya pelahan lalu semakin lama semakin cepat sampai yuni ngak merasa sakit lagi…dan memeknya semakin licin gw dorong dengan cepat kedalam keluar kedalam keluar….erangan sakit yuni berubah menjadi erangan nikmat…hhsst….trus…. yg dalem….trus…..hhssstt….gw berubah posisi menjadi seperti org berpush up…sehingga kontol gw bisa masuk kedalam semuanya…urat urat di sekitar kontol gw membuat yuni menjadi tambah nikmat…..uugh hhsst…aagh…. jeritnya…yaaay yyaaa….yuni sudah mencapai puncak kenikmatannya di susul sama gw….dua macam cairan hangat bersatu di dlam satu lobang….woow..nikmatnya……gw cabut kontol gw…bersamaan dengan keluarnya kontol gw keluar juga cairan hangat bercampur darah perawan dan sperma gw..dari memeknya…. hhmm ternyata dugaan gw salah dia bukan cewek bispak ,cuman cewek yg lagi jomblo kayak gw….yg sama sama butuh….ke esokan harinya…. gw bawah dia kerumah nita…sejak saat itu yuni dan nita menjadi temen seks gw ….kadang kadang kita main trio…..nita sampai saat ini blom gw perawanin….tunggu sampai memek yuni ngk sempit lagi baru nita gw perawanin…. saat ini cukup dengan lidah saja….ehhehheh….
Setelah makan bersama gw ajakin mereka untuk nonton film di salah satu bioskop yg ada di mall itu…dan mereka mau aja asal di bayarin….
Didalam bioskop gw duduk di tengah nita di sebelah kanan dan yuni di sebelah kiri…baru lima menit film nya di putar tangan gw mulai bergerak …jatuh di bahu mereka trus turun kebawah ,pertama tangan yg kanan meremas susu nita yg ngak terlalu besar tapi sangat kenyal…wow…nita ngak marah malah diem aja menikmati remasan gw…trus tangan kiri gw juga ngak mau kalah meremas susunya sih yuni yg besar itu….kenyal,besar..wow … yunipun ngak marah malah kayaknya ketagihan untuk diremas lebih lanjut…. akhirnya gw ngak tahan lagi gw bilang sama mereka kita keluar aja yuk…film nya ngak rame ini…. kata gw lagi dan merekapun setuju….sampai di mobil mereka bilang nita ngak bisa ikut mau pulang aja…. karena sakit perut lagi mens seh…katanya …lalu gw anterin kerumah sih nita…tinggal sih yuni neh…gw bawah ke hotel salak..di bogor…chek in….trus masuk kamar….sambil minum bier yuni menari nari depan gw…gw biarin dia minum dua botol heineken bier…trus dia mulai membuka bajunya wow…dua buah gunung mencuat kedepan di bungkus bHnya yg tipis…gw samperin dia gw remes remes lagi susunya yg mengkal itu dengan lincahnya gw buka tali bhnya …susunya yg besarpun terpampang bebas di depan mata gw …puting yg ke merahan itu gw masukin kemulut gw….dengan lidah gw gw isepin…sampai dia membesar dan mengeras…hhhsst…geli….hsst cuman itu yg keluar dari mulut yuni….trus gw prosotin roknya….cdnya …sekarang yuni terlanjang bugil…..bulu jembutnya blom begitu banyak…yg membuat kontol gw ngaceng….blom sempet gw rabah buljemnya yuni sudah berjongkok didepan gw memberikan blowjob…wow….kontol gw di pegangnya sambil lidahnya bermain di kepala kontol gw….wow…sadapppppppnya…..kelur masuk mulut yuni yg hangat diputerin lidahnya di kepala kontol gw di masukin lagi kedalam mulutnya….biji peler gw sekali sekali di ciumin..wow komplit banget..akhirnya gw ngecrot di mulutnya….sperma putih membasahi mulut yuni yg mungil itu….trus gw suruh dia rebahan di kasur….sekarang giliran gw beraksi…gw buka celahan bibir memeknya yg masih berwarna pink yg sudah mulai mengkilat oleh cairan birahinya….gw masukin lidah gw…gw cari itunya dengan lidah gw…gw jilatin itilnya sampai dia menjerit menahan orgasme…sambil tangannya meremas rambut gw….trus gw amabil posisi…gw naik ke atas ranjang …gw buka pahanya lebar lebar….gw bawah kontol gw kecelahan memeknya …gw gesek gesekin di celah celah memeknya itu…husssst…hhhssst…aaghhh…rintihan nya mulai terdengar..gw terusin sampai memeknya menjadi banjir cairan pelumas yg hangat dan bening itu….baru gw tekang ke arah lobang nya yg masih kecil itu …tapi baru sampai kepalanya saja yg masuk yuni mulai menjerit aauggh… pelan pelan ….kamu yg pertama..wah…masih perawan neh…ngak di sangka gw dpt perawan lagi….pelan pelan gw tarik kontol gw trus gw dorong lagi sampai permukaan lobangnya….akhirnya yuni bisa lagi menikmati permainan gw…dan lobangnya semakin becek dan licin…. sampai akhirnya gw ngak tahan …gw dorong semua kontol gw kedalam memek perawan yuni yg sempit itu…yuni menjerit..auughh sakit….sambil mencubit tangan gw….augh….augh…dan darah perawan yuni membasahi kontol gw….gw tarik pelahan lahan keluarlah beberapa tetes darah dari memeknya membasahi sprei rajang hotel salak…pelahan tapi pasti gw mulai mengoyangkan kontol gw…dorng masuk tarik lagi mulanya pelahan lalu semakin lama semakin cepat sampai yuni ngak merasa sakit lagi…dan memeknya semakin licin gw dorong dengan cepat kedalam keluar kedalam keluar….erangan sakit yuni berubah menjadi erangan nikmat…hhsst….trus…. yg dalem….trus…..hhssstt….gw berubah posisi menjadi seperti org berpush up…sehingga kontol gw bisa masuk kedalam semuanya…urat urat di sekitar kontol gw membuat yuni menjadi tambah nikmat…..uugh hhsst…aagh…. jeritnya…yaaay yyaaa….yuni sudah mencapai puncak kenikmatannya di susul sama gw….dua macam cairan hangat bersatu di dlam satu lobang….woow..nikmatnya……gw cabut kontol gw…bersamaan dengan keluarnya kontol gw keluar juga cairan hangat bercampur darah perawan dan sperma gw..dari memeknya…. hhmm ternyata dugaan gw salah dia bukan cewek bispak ,cuman cewek yg lagi jomblo kayak gw….yg sama sama butuh….ke esokan harinya…. gw bawah dia kerumah nita…sejak saat itu yuni dan nita menjadi temen seks gw ….kadang kadang kita main trio…..nita sampai saat ini blom gw perawanin….tunggu sampai memek yuni ngk sempit lagi baru nita gw perawanin…. saat ini cukup dengan lidah saja….ehhehheh….
Wednesday, 1 February 2012
Ngentot Spg
Cerita Panas.Pulang kantor jalanan masih agak macet. Kantorku berada di daerah Harmoni. Pada jam-jam sibuk tentu saja macet total. Langit agak mendung, tapi dugaanku sore sampai malam ini tidak akanturun hujan. Dengan langkah sedang aku keluar kantor dan berjalan ke arah Juanda, rencana naik bis dari sana saja. Maklum karyawan baru, jadi masih naik Mercy dengan kapasitas besar.
Sampai di Juanda aku cari bis kota tujuan ke Senen. Sebentar kemudian datang bis kota yang sudah miring ke kiri. Aku naik dan menyelinap ke dalam. Aroma di dalam bis sungguh rruarr biasa. Segala macam aroma ada di sana. Mulai dari parfum campur keringat sampai bau asap dan lain-lainnya.
Tak lama aku sampai di Senen. Turun di Pasar Senen dan masuk ke dalamnya. Ada beberapa barang yang harus kucari. Putar sana putar sini nggak ketemu juga yang kucari. Malahan digodain sama kapster-kapster di salon lantai 2. Dengan kata-kata yang menjurus mereka merayuku untuk masuk ke salonnya. Kubalas saja godaan mereka, toh aku juga lagi nggak ada keperluan ke salon. Sekedar membalas dan menyenangkan mereka yang merayu untuk sekedar gunting, facialatau creambath.
Akhirnya kuputuskan untuk cari di Atrium saja. Aku nyeberang di dekat jembatan layang. Memang budaya tertib sangat kurang di negara ini. Senangnya potong kompas dengan mengambil resiko.
Baru saja kakiku melangkah masuk ke dalam Atrium, mataku tertuju pada seorang wanita setengah baya, kutaksir umurnya tiga puluh lima tahun. Ia mengenakan blazer hijau dengan blouse hitam. Pandangannya kesana kemari dan gelisah seolah-olah menunggu seseorang. Aku lewat saja di depannya tanpa ada suatu kesan khusus. Sampai di depannya dia menyapaku.
“Maaf Mas mengganggu sebentar. Jam berapa sekarang?” tanyanya halus. Dari logatnya kutebak dia orang Jawa Tengah, sekitar Solo.
“Aduh, sorry juga Mbak, saya juga tidak pakai jam,” sambil kulihatkan pergelangan tanganku.”Mbak mau kemana, kok kelihatannya gelisah?” tanyaku lagi.
“Lagi tunggu teman, janjian jam setengah lima kok sampai sekarang belum muncul juga” jawabnya.
“Ooo..” komentarku sekedar menunjukkan sedikit perhatian.
“Mas mau kemana, baru pulang kantor nih?” dia balik bertanya.
“Iya, mau beli sesuatu, tadi cari di Proyek nggak ada, kali-kali aja ada di Atrium”.
“Aduh, sorry juga Mbak, saya juga tidak pakai jam,” sambil kulihatkan pergelangan tanganku.”Mbak mau kemana, kok kelihatannya gelisah?” tanyaku lagi.
“Lagi tunggu teman, janjian jam setengah lima kok sampai sekarang belum muncul juga” jawabnya.
“Ooo..” komentarku sekedar menunjukkan sedikit perhatian.
“Mas mau kemana, baru pulang kantor nih?” dia balik bertanya.
“Iya, mau beli sesuatu, tadi cari di Proyek nggak ada, kali-kali aja ada di Atrium”.
Akhirnya meluncurlah dari mulut kami beberapa pertanyaan basa-basi standar.
“Oh ya dari tadi kita bicara tapi belum tahu namanya, saya Vera,” katanya sambil mengulurkan tangan.
“Anto,” sahutku pendek, “OK Vera, saya mau jalan dulu cari barang yang saya perlukan”.
“Silakan, saya masih tunggu teman di sini, barangkali dia terjebak macet atau ada halangan lainnya”.
“Anto,” sahutku pendek, “OK Vera, saya mau jalan dulu cari barang yang saya perlukan”.
“Silakan, saya masih tunggu teman di sini, barangkali dia terjebak macet atau ada halangan lainnya”.
Kami berpisah, saya masuk ke dalam dan langsung ke Gunung Agung. Kulihat Vera masih menunggu di pintu Atrium. Setengah jam keliling Gunung Agung ternyata tidak ada barang yang kucari. Kuputuskan pulang saja, besok coba cari di Gramedia atau Maruzen. Aku keluar dari pintu yang sama waktu masuk, arah ke Proyek. Kulihat Vera masih juga berdiri di sana. Kuhampiri dia dan kutanya.
“Masih ada disini, belum pulang?”.
“Ini mau pulang, besok aja kutelpon dia ke kantor,” jawabnya.
“Ini mau pulang, besok aja kutelpon dia ke kantor,” jawabnya.
Waktu itu, 1994, HP masih menjadi barang mewah yang tidak setiap orang dapat memilikinya.
“Mbak naik apa?”
“Oh, saya bawa mobil sendiri, meskipun butut”.
“OK, kalau begitu saya pulang, saya naik Mercy besar ke Kampung Melayu”.
“Oh, saya bawa mobil sendiri, meskipun butut”.
“OK, kalau begitu saya pulang, saya naik Mercy besar ke Kampung Melayu”.
Dia kelihatan agak berpikir. Baru pada saat ini aku mengamati dia dengan lebih teliti. Tingginya kutaksir 158 cm, kulitnya kuning kecoklatan, khas wanita Jawa dengan perawakan seimbang. Rambutnya berombak sebahu, matanya agak lebar dan dadanya standar, 34.
“Kenapa, something wrong?” kataku.
“Nggak, nggak aku juga mau jalan lagi suntuk. Rumah saya di Cinere, jam segini juga lagi full macet” sambil memandangku dengan tatapan yang sulit kutafsirkan.
“Boleh saya temani,” sahutku asal saja. Jujur aku hanya asal berkata saja tanpa mengharap apapun. Dia menatapku sejenak dan akhirnya..
“Boleh saja, kalau nggak mengganggu” jawabnya.
“Nggak, nggak aku juga mau jalan lagi suntuk. Rumah saya di Cinere, jam segini juga lagi full macet” sambil memandangku dengan tatapan yang sulit kutafsirkan.
“Boleh saya temani,” sahutku asal saja. Jujur aku hanya asal berkata saja tanpa mengharap apapun. Dia menatapku sejenak dan akhirnya..
“Boleh saja, kalau nggak mengganggu” jawabnya.
Kami menuju basement tempat parkir mobilnya. Dia memberikan kunci mobilnya padaku.
“Bisa bawa mobil kan?” tanyanya.
Aku terkejut, karena aku memang bisa nyetir mobil tapi masih belum lancar sekali dan tidak punyai SIM.
“Aduh, so.. Sorry, jangan aku yang bawa. Aku nggak punya SIM,” kataku mengelak.
“Baiklah kalau begitu, biar aku sendiri yang bawa,” katanya sambil tersenyum.
“Baiklah kalau begitu, biar aku sendiri yang bawa,” katanya sambil tersenyum.
Vera naik mobil dan membukakan pintu sebelah kiri depan dari dalam. Mobilnya Suzuki Carry warna merah maron. Kulihat di atas jok tengah berserakan map dan kertas.
“Kemana kita?” katanya.
“Terserah ibu sopir saja, asal jangan ke Bogor, jauh” sahutku bercanda.
“Kita ke Monas saja deh” katanya sambil terus tetap menyetir.
“Terserah ibu sopir saja, asal jangan ke Bogor, jauh” sahutku bercanda.
“Kita ke Monas saja deh” katanya sambil terus tetap menyetir.
Karena dia mengenakan rok span selutut, jadinya waktu duduk menyetir agak ketarik ke atas, pahanya terlihat sedikit. Aku menelan ludah.
Monas terlihat sepi sore ini, jam di dashboard menunjukkan 17.55. Hanya ada beberapa mobil yang parkir di pelataran parkir. Vera memarkir mobilnya agak jauh dari mobil lainnya. Ia mematikan kontak dan membuka jendela. Kami tetap duduk di dalam mobil.
“Uffh, hari yang melelahkan”. Vera menyandarkan tubuh dan kepalanya pada jok mobil. Blazernya tidak dikancingkan sehingga dadanya kelihatan menonjol.
“Ngomong-ngomong Mas Anto ini kerja di mana?”
“Karyawan swasta, kantornya di Harmoni, Mbak Vera sendiri di mana?” balasku.
“Saya agen sebuah Asuransi BUMN, rencananya tadi dengan teman saya, Dewi, akan prospek di sebuah kantor di Kramat, makanya janjian di Atrium. Eh, dianya nggak datang. Eh, bagaimana kalau kita masing-masing panggil dengan nama saja tanpa sebutan basa-basi supaya lebih akrab. Toh umur kita nggak jauh berbeda. Aku tiga puluh lima, kutaksir kamu paling-paling tiga puluh”.
“Karyawan swasta, kantornya di Harmoni, Mbak Vera sendiri di mana?” balasku.
“Saya agen sebuah Asuransi BUMN, rencananya tadi dengan teman saya, Dewi, akan prospek di sebuah kantor di Kramat, makanya janjian di Atrium. Eh, dianya nggak datang. Eh, bagaimana kalau kita masing-masing panggil dengan nama saja tanpa sebutan basa-basi supaya lebih akrab. Toh umur kita nggak jauh berbeda. Aku tiga puluh lima, kutaksir kamu paling-paling tiga puluh”.
Ternyata taksiranku tepat, taksirannya meleset. Waktu itu umurku sendiri baru dua puluh lima. Mungkin karena warna kulitku agak gelap dan berkumis maka wajahku kelihatan lebih tua. Tapi menurut teman-temanku baik perempuan ataupun laki-laki, dengan wajah cukup ganteng, tinggi 170 cm, perawakan tegap, berkumis dan dada berbulu aku termasuk idaman wanita.
Vera ternyata seorang janda dengan satu anak. Ketika kutanya kenapa dia bercerai, air mukanya berubah dan ia menghela napas panjang.
“Sudahlah, itu kenangan buruk dari masa laluku, tak usah dibicarakan lagi” katanya.
“Baiklah, maaf kalau sudah menyinggung perasaanmu,” kataku.
“Baiklah, maaf kalau sudah menyinggung perasaanmu,” kataku.
Senja semakin merambat, lampu jalan sudah mulai dinyalakan mengalahkan temaram senja. Di bawah lampu merkuri wajah Vera terlihat pucat. Tiba-tiba saja kami bertatapan. Vera terlihat sangat lelah, tapi bibirnya dipaksakan tersenyum. Entah bagaimana mulanya tiba-tiba saja tangan kananku sudah kulingkarkan di lehernya dan kurengkuh ia ke dalam pelukanku. Kucium bibir tipisnya dan ia membalasnya dengan melumat bibirku lembut. Kami saling memandang dan tersenyum.
“Anto, maukah kamu menemaniku ngobrol?”
“Lho, bukankah sekarang ini kita lagi ngobrol”.
“Maksudku, kita cari.. Nggh.. Tempat yang tenang”.
“Lho, bukankah sekarang ini kita lagi ngobrol”.
“Maksudku, kita cari.. Nggh.. Tempat yang tenang”.
Kucium bibirnya lagi dan ia membalas lebih panas dari ciuman yang pertama tadi. Tanpa kujawab mestinya ia sudah tahu.
“Ayo kita berangkat,” ajaknya sambil menghidupkan mesin mobil.
“Baiklah kita ke arah Tanah Abang saja yuk,” jawabku.
“Baiklah kita ke arah Tanah Abang saja yuk,” jawabku.
Dari Monas kami menuju ke Tanah Abang. Kami sempat terjebak kemacetan di sekitar Stasiun Tanah Abang. Akhirnya kuarahkan dia ke Petamburan. Kulihat dia ragu-ragu untuk masuk ke halaman sebuah hotel.
“Ayolah masuk saja, nggak apa-apa kok. Hotelnya cukup bersih dan murah” kataku meyakinkannya.
“Bukan apa-apa. Aku hanya tidak ingin mobilku terlihat secara mencolok di halaman hotel” sahutnya. Akhirnya kami mendapatkan tempat parkir yang cukup terlindung dari jalan umum.
“Bukan apa-apa. Aku hanya tidak ingin mobilku terlihat secara mencolok di halaman hotel” sahutnya. Akhirnya kami mendapatkan tempat parkir yang cukup terlindung dari jalan umum.
Setelah membereskan urusan di front office, kami masuk ke dalam kamar. Kuamati sejenak keadaan di dalam kamar. Di dinding sejajar dengan arah ranjang dipasang cermin selebar 80 cm memanjang sepanjang dinding. Aku tersenyum dan membatin rupanya hotel ini memang dipersiapkan khusus untuk pasangan yang mau kencan.
“Kamu sering masuk ke sini, To? Kelihatannya sudah familiar sekali” tanyanya.
“Nggak juga. Namanya nginap di hotel kan tahapannya standar aja. Lapor ke front office, serahkan ID, bayar bill untuk semalam lalu ambil kunci kamar. Beres kan?”
“Kalau lagi prospek, bagaimana pengalamanmu. Sering dijahili klien nggak” tanyaku memancing.
“Yahh, ada juga yang iseng. Tapi kalau orangnya oke, boleh juga sih. Sudah dapat komisi plus tip plus enak gila”.
“Nggak juga. Namanya nginap di hotel kan tahapannya standar aja. Lapor ke front office, serahkan ID, bayar bill untuk semalam lalu ambil kunci kamar. Beres kan?”
“Kalau lagi prospek, bagaimana pengalamanmu. Sering dijahili klien nggak” tanyaku memancing.
“Yahh, ada juga yang iseng. Tapi kalau orangnya oke, boleh juga sih. Sudah dapat komisi plus tip plus enak gila”.
Ternyata beginilah salah satu sisi dunia asuransi. Saya nggak menghakimi, tetapi semua itu kembali tergantung pada orangnya.
“Aduh, kalau begitu saya nggak bisa kasih tip. Kita pulang saja yuk” kataku pura-pura serius.
“Huussh.. Kamu kok nganggap saya begitu sih”.
“Huussh.. Kamu kok nganggap saya begitu sih”.
Kami berbaring berjejer di ranjang yang empuk. Vera tengkurap di sebelahku dan menatapku sejenak, lalu ia mendekatkan mukanya ke mukaku dan mencium bibirku. Aku membalas dengan perlahan. Vera terus menciumiku sambil melepas blazernya. Kaki kirinya membelit kakiku. Tangannya merayap di atas kemejaku dan mulai melepas kancing serta menariknya sehingga dadaku terbuka. Vera semakin terangsang melihat dadaku yang berbulu. Ia membelai-belai dadaku dan sekali-sekali menarik perlahan bulu dadaku.
“Simbarmu iku lho To, bikin aku.. Serr” bisiknya. Simbar adalah sebutan bulu dada dalam bahasa Jawa.
“Mandi dulu yuk” kataku.
“Nggak usah, nanti aja. Bau tubuhmu lebih merangsang daripada bau sabun bahkan parfum” katanya.
“Mandi dulu yuk” kataku.
“Nggak usah, nanti aja. Bau tubuhmu lebih merangsang daripada bau sabun bahkan parfum” katanya.
Bibirnya bergeser ke bawah dan kini ia menciumi leherku. Aku menggelinjang kegelian sekaligus nikmat. Napas kami mulai berat dan memburu. Sambil terus menciumi dadaku, Vera melepaskan blousenya. Kulihat buah dadanya yang masih kenyal dan padat terbungkus bra warna merah jambu. Seksi sekali. Tangannya bergerak ke bawah, membuka kepala ikat pinggangku, melepas kancing celana dan menarik ritsluitingku dan langsung menariknya ke bawah. Aku sedikit mengangkat pantatku membantu gerakan tangannya membuka celanaku. Kini tangannya bergerak ke belakangnya, tidak lama kemudian roknya sudah merosot dan hanya dengan gerakan kakinya rok tersebut sudah terlepas dan terlempar ke lantai.
Tangan kananku bergerak ke punggungnya dan terdengar suara “tikk” kancing pengait branya sudah terlepas. Aku melepas branya dengan sangat perlahan sambil mengusap-usap bahu dan lengannya. Vera mengangkat tangannya dari tubuhku dan akhirnya terlepaslah bra merah jambu yang dipakainya. Buah dadanya berukuran sedang, taksiranku 34 saja, terlihat kenyal dan padat. Urat-uratnya yang membiru di bawah kulit terlihat sangat menarik seperti alur sungai di pegunungan. Putingnya yang merah kecoklatan menantangku untuk segera mengulumnya. Payudara sebelah kanan kuisap dan kukulum, sementara sebelah kirinya kuremas dengan tangan kananku, demikian berganti-ganti. Tangan kiriku mengusap-usap punggungnya dengan lembut.
Vera mengerang dan merintih ketika putingnya kugigit kecil dan kujilat-jilat.
“Ououououhh.. Nghgghh, Anto teruskan.. Ouuhh.. Anto”
Payudaranya kukulum habis sampai ke pangkalnya. Vera menghentakkan kepalanya dan menjilati telingaku. Akupun sudah merangsang hebat. Senjataku sudah mengeras dan kepalanya sudah nongol di balik celana dalamku. Vera melepaskan diri dari pelukanku dan kini ia yang aktif menjilati dan menciumi tubuhku bagian atas. Dari leher bibirnya menyusuri dadaku, menjilati bulu dadaku dan..
“Oukhh, Vera.. Yachh.” aku mengerang ketika mulutnya menjilati puting kiriku. Kini bibirnya pindah ke puting kananku. Aku mendorong tubuhnya, tak tahan dengan rangsangan pada puting kananku.
Vera semakin ke bawah, ke perut dan terus ke bawah. Digigitnya meriamku yang masih terbungkus celana dalam. Tangannya juga bergerak ke bawah, menarik celanaku sampai ke lutut dan akhirnya menariknya ke bawah dengan kakinya. Aku tinggal memakai kemeja saja yang kancingnya juga terbuka semua.Koleksi Cerita Dewasa
cheat Pb 31 januari 2012
sorry temend-temend saya baru posting sekarang, nih cheat Pb 31 januari 2012.
hotkeys/fiture download cheat Pb nya dulu dong.!!!!!!
Download cheat Pb 31 januari 2012 , klik disini
ENJOY THE GAME
hotkeys/fiture download cheat Pb nya dulu dong.!!!!!!
Download cheat Pb 31 januari 2012 , klik disini
ENJOY THE GAME
Saturday, 28 January 2012
cara membuat pesan pembuka dan penutup di blog
nih gua share tentang gimana cara membuat pesan pembuka. nih gua beri tutorialnya
1. login blog
2. klik Rancangan --> EDIT HTML
3. cari kode <head>
4. taruh kode dibawah ini tepat dibawah kode <head>
<script type='text/javascript'>
1. login blog
2. klik Rancangan --> EDIT HTML
3. cari kode <head>
4. taruh kode dibawah ini tepat dibawah kode <head>
<script type='text/javascript'>
alert("Selamat datang di blog saya..")
alert("Semoga blog ini banyak membantu anda semua..")
alert("Silahkan membuka blog saya:)")
</script>
alert("Semoga blog ini banyak membantu anda semua..")
alert("Silahkan membuka blog saya:)")
</script>
ganti kata yg berwarna dengan pesan yg ingin anda sampaikan.
penutup-
<script
type='text/javascript'>
// goodbye alert
function goodbye(){
alert('Terima kasih kunjungan anda semua.. kalau ada waktu kunjungi blog ini lagi ya......');
}
parent.window.onunload=goodbye;
</script>
// goodbye alert
function goodbye(){
alert('Terima kasih kunjungan anda semua.. kalau ada waktu kunjungi blog ini lagi ya......');
}
parent.window.onunload=goodbye;
</script>
semoga berguna
Subscribe to:
Posts (Atom)